Minggu, 25 Desember 2016

Terbelunggu Kota

di lapangan sunyi
terbesit kerinduan pada ambisi
yang mungkin telah lelap; tidur
di kota ini harum bunga semerbak
membelenggu hasrat-hasrat liar
tanpa sadar
diri terpenjara.

waktu tidaklah akan kembali
usia adalah kepastian tanpa maaf
kemarin baru saja terlewati
esok tetap jadi teka-teki

tetap tidak ingin
terbelenggu di kota ini
masih (kah) ada kesempatan.

Purwokerto,  2016

Share:

0 comments:

Posting Komentar