Sabtu, 24 Desember 2016

Pidato Singkat Pimpinan Kura-Kura Menyambut Proletar Cina

Sumber gambar: dystopiane2012.wikispaces.com

Kaum Proletariat Dunia Bersatulah!

Selamat datang kawanku, selamat datang di tanah yang jauh dari tempat kelahiranmu. Makanlah dahulu bila lapar. Minumlah dahulu bila dahaga. Perjalanan yang kau tempuh jauh untuk mencapai ke sini. Tanah Air Kura-Kura. 

Kawan, sejak Guru Besar kita, Karl Marx, memekikan "Kaum Proletar Dunia Bersatulah!"  maka kita dengan rendah hati harus menanggalkan atribut kebangsaan,  ras,  suku, agama, dan lain sebagainya yang dijadikan pembeda dan pecah belah oleh musuh-musuh kita. Yang ada adalah kesadaran klas kita, sebagai proletariat yang dengan kesatuan dan solidaritas kuat, kita dengan mudah membakar rumput-rumput liar yang menghisap tubuh kita.

Selamat datang kawanku dari negeri nun jauh di sana. 

Sekelompok orang telah mencoba mengelabui kesadaran internasionalis kita. Mereka meneriaki dan nyinyir akan kedatanganmu di negeri ini. Ya, jika bukan sifat kekanak-kanakan dari kaum nasionalis dan konservatif itu. Lebih parahnya para politisi bigot yang sedang gemar bersolek dan mendengus-dengus kekuasaan. Tetap tegap, kawanku,  tetap tegar,  karena persamaan nasib dan dialektika sejarahlah yang selalu mengeratkan persatuan kita semua.

Tidak ada mata sipit,  tidak ada kulit hitam,  tidak ada kulit putih, dan tidak ada-tidak ada lainnya yang memberi identitas kesukuan dan ras. Kita adalah universal. Sebab, kaum proletariat tidak tumbuh dari ladang dan pabrik satu negara saja. Kita tumbuh di seluruh belahan bumi ini dimana kapitalisme pun tumbuh dan mekar di bumi yang sama. Maka, Karl Marx sudah berabad-abad lamanya berpikiran maju untuk menyamakan pikiran internasionalis kita.

Kawanku kaum proletariat dunia!

Perjuangan kita ke depan semakin sulit.  Dimana pun kita berada,  dimana pun kita berasal,  satu hal yang tidak boleh jadi keributan di persatuan kita ialah menganggap sesama kita saingan. Kita mencari dan memperebutkan roti yang sama.  Kita mengalami nasib yang sama.  Kita tidak boleh sama sekali merasa patriotis satu negara yang kebablasan. Karena masalah proletariat di dalam satu negara saling berhubungan erat dengan masalah proletariat lainnya.

Demikian pidato singkat ini dalam menanggapi merebaknya isu dan pekerja Cina masuk negeri ini. 

Salam Internasionale!

Khayangan, 2016
Share:

1 komentar:


  1. I am regular reader, how are you everybody? This piece of writing posted at this web site is in fact fastidious. yahoo mail sign in

    BalasHapus