Rabu, 01 Oktober 2014

Ke Kota Kretek

Kudus (19-26 November 2012) - Tak seperti yang dibayangkan bahwa kota kretek ini dipenuhi aroma rokok. Sejak menginjak kota Kudus, pandanganku hanya menyapu kondisi kota yang lumayan bersih.Pusat kota dipenuhi pedagang kaki lima (angkringan) dan berdiri megah mall yang memisahkan dua bahu jalan. Sisanya memang pabrik-pabrik rokok, termasuk yang sudah berumur. Di Kudus,bukan hanya Djarum, banyak pabrik rokok merek lain. Malahan usianya lebih tua dari Djarum. Sebagian memang sudah tutup, tinggal bangunan pabrik tua.


Pagi itu bersama kawan, Jaffar, aku berkesempatan mengunjungi masjid bersejarah Kudus. Di situ ada pula makam Sunan Kudus yang menjadi tujuan peziarah dari berbagai kota atau pulau. Sewaktu aku di masjid Kudus, tampak sepi dari peziarah. Banyak sekali pedagang yang mencoba mencari keberuntungan. Oleh karena waktu terbatas, aku tidak sempat masuk ke masjid.


Seminggu, aku di Kudus. Selain bertugas liputan OPI di Area PLN Kudus, aku perlahan mengenal sedikit makanan khas dan kehidupan di kota ini. Wilayah timur Jawa Tengah dengan logat bicara jawa yang berbeda dari tempat kelahiranku, Banyumas. Penduduknya ramah-ramah dan mayoritas masyarakat kota bekerja di pabrik rokok.

Share:

0 comments:

Posting Komentar