Sabtu, 05 April 2014

Masa Depan

Geli tergelitik dalam kelindan sketsa 'setelah itu'
optimis dan pesimis masing-masing kehilangan ruang
kosong.
Hasutan pancaran galaksi menimang-nimang keputusan
rabb masih singgah, menunggu, dan mengasihi

Berputar-putar waktu, lalu lintas ide yang cepat
kecepatan betapa tiap hari kusaksikan jadi keterlambatan
keindahan kupungkiri dan kukhianati
seketika itu, aku ingin nindravatva

deru tubuh masih menghentak-hentak
selaput dunia perlahan semakin tebal
retina menyisakan beratus orang-orang
tergeletak lesu mencumbui mulut kekuasaan
masa depan ditawar-tawarkan,
apakah aku akan membeli atau tidak?
aku tak ingin jawaban.

siang telah dewasa, tapi malam tumbuh kekanak-kanakan
tenaga beringas tergantung di tali sepatu bankir
bintang-bintang dicuri untuk aroma rayuan
matahari digelapkan supaya nasib terus jongkok
masa depan: bulir-bulir api kehilangan malam

warna-warna menyengat per inci di ubun-ubun
orang-orang kehilangan harga diri dan politik
nyatanya ini jalan tanpa kebersamaan
jalan menggali musuh.

keheningan.
atau, tetap gegap gempita dalam barisan. 


Purwokerto, 5 April 2014
Share:

0 comments:

Posting Komentar