Selasa, 26 November 2013

Khalwat

Khalwat adalah pikiran yang bertapa,
tiada risau, getir, pun ketakutan.
Mengurai, menerangkan, mencari
kekusutan-kekusutan pikiran
yang dibawa dari material-material alam.

Khalwat adalah ibadah,
bukan demi Tuhan, tapi jiwa kehidupan.
Ibadah untuk kehidupan,
bukan hidup untuk ibadah.
Kala matari terbenam, angin kering,
dan malam membeku.

Khalwat adalah pengasingan,
dimana ‘diri’ kadangkala butuh tempat bersembunyi.
Adakalanya panca indera duduk bersama
saling mendiskusikan dan mengambil sikap hidup
tentang apa yang dilihat
tentang apa yang didengar
tentang apa yang dirasa
tentang apa yang tercium
tentang apa yang diucapkan.

Khalwat adalah ‘rumah diri’
disitulah jiwa-jiwa dirawat
disitulah jiwa-jiwa berlindung
dari teriknya kehidupan
dari hujan-hujan yang menyergap.
Tapi, berkhalwat mesti tetap yakin
sumber kehidupan ini adalah susunan-susunan materi.
Ada di luar kesadaran namun mempengaruhi kesadaran manusia,
hingga bertumpuk-tumpuk tiap harinya yang harus diurai, atau
dinilai.

Khalwat adalah surga sementara,
tempat minum dan mabuk
tanpa seorang pun mengganggu.

Purwokerto, 25 Juni 2013







Share:

0 comments:

Posting Komentar