Selasa, 26 November 2013

Bulan Puasa

                                           --Untuk Hari  Depan Demokrasi

Ada pengemis di perempatan

berdesakkan dengan mobil.

Ada KFC di seberang jalan

penuh orang menunggu berbuka puasa

di bawah nyamannya belaian udara dari mulut pendingin ruangan.



Ada petani pulang dari sawah dan ladang

membawa cangkul dan masa depan sia-sia

keringatnya telah diganti uang oleh tuan tanah

sementara si bini bingung karena meja makan

hanya ada air di dalam ceret usang.

Padahal bedug magrib hampir tiba.



Ada buruh pulang dari pabrik.

Gajinya telah molor dua bulan

belum kena potongan pajak

belum terpotong bayar utang

sedangkan pemilik pabrik,

sedikit demi sedikit  meloroti gajinya

katanya ada krisis!

Lagi-lagi si bini gusar suamninya belum pulang bawa nasi rames

sedangkan  di rumah tetangganya yang kaya

mulai terdengar piring dan sendok beradu

dan doa, menyambut berbuka puasa.



Ada ustad datang ke masjid

“Wahai umat Allah, berdoalah dan mintalah surga di bulan ini (puasa)”, katanya.

Tetapi ia tidak pernah menunjukkan jalan

 menyuruh meminta pada Tuhan

agar buruh tani diberikan tanah

agar buruh pabrik dinaikkan upahnya

agar anak muda mendapatkan pendidikan gratis.

2013
Share:

0 comments:

Posting Komentar